Jumat, 19 Oktober 2012

Beda Sistem Autofokus Phase Detection vs Contrast Detection

Dalam kamera digital anda, baik DSLR-mirrorless maupun kamera saku, bekerja sistem autofokus yang lumayan kompleks untuk dijelaskan, Pada intinya sistem autofokus didalam kamera bekerja mencari kontras didalam obyek foto yang masuk ke kamera. Nah dalam hal ini ada 2 cara kerja yang membedakan bagaiamana kontras dideteksi. Topik ini memang tidak terlalu praktis secara penggunaan, namun sebaiknya anda tetap tahu.
Kedua metode yang berbeda tersebut dinamai Phase Detection serta Contrast Detection. Satu persatu kita pahami disini:

Sistem Autofokus Phase Detection:

Dalam sistem autofokus Phase Detection, kamera menggunakan sensor khusus untuk mendeteksi kontras dari cahaya yang masuk ke lensa. Cara mendeteksi kontras dilakukan dengan membelokkan cahaya dari lensa menggunakan cermin menuju dua buah sensor autofokus (bukan sensor foto).
Sensor ini mampu mendeteksi perbedaan fase cahaya yang masuk, saat mereka belum berimpit maka lensa akan terus digerakkan. Saat fase cahaya sudah berimpit (artinya gambar sudah fokus), maka sensor fokus akan memerintahkan kamera untuk menghentikan gerakan lensa dan mengunci fokus.

Sistem Autofokus Contrast Detection

Berbeda dengan sistem phase detection, sistem contrast detection kamera tidak membutuhkan sensor tambahan. Sistem ini mengandalkan sensor utama untuk mendeteksi apakah pola cahaya dari lensa sudah tajam atau belum.

Aplikasi

Sistem contrast detection, karena tidak menggunakan cermin (mirror) biasanya dipakai oleh kamera mirrorless maupun kamera saku.
Sementara sistem autofokus phase detection karena membutuhkan cermin biasanya dipakai oleh kamera DSLR. Kamera DSLR juga bisa memanfaatkan dua sistem ini secara bersamaan. Saat beroperasi normal DSLR memakai Phase Detection, sementara dalam live mode serta saat merekam video mereka memakai Contrast Detection.

Sifat

Kedua sistem membutuhkan adanya cahaya yang cukup, disamping itu mereka juga membutuhkan obyek foto yang memiliki kontras yang cukup sehingga mudah dideteksi. Saat anda memotret tembok mulus berwarna putih semua, lensa akan terus memutar untuk mencari fokus. Ini terjadi karena karena kamera membutuhkan obyek atau bentuk yang menonjol dibanding tembok putih mulus. Seumpama dalam tembok tersebut ada sebuah paku hitam, maka mudah bagi kamera untuk mengunci fokus di paku hitam tersebut karena memiliki kontras yang menonjol diantara lautan putih.

Keunggulan dan Kelemahan

Sistem Phase Detection saat ini jauh lebih cepat dalam mengunci fokus, sehingga mereka unggul saat dipakai memotret benda bergerak. Namun secara akurasi, Contrast Detection lebih akurat meskipun lebih lelet dalam mencari dan mengunci fokus. Kamera DSLR secara umum mengungguli kecepatan autofokus dibanding kamera mirrorless atau kamera saku yang memakai contrast detection.

8 Tips Meningkatkan Kecepatan dan Akurasi Autofokus Di Kondisi Minim Cahaya

Saat anda memotret disituasi yang berkecukupan cahaya, sistem autofokus kamera tidak akan pernah kesusahan mengunci fokus. Namun cobalah anda pergi ke tempat yang remang, maka sistem autofokus akan mulai kesusahan mencari dan mengunci titik fokus.
Berikut 8 tips agar kamera anda tetap cepat dan akurat mengunci autofokus meskipun anda memotret di situasi minim cahaya:

1. Gunakan Titik Fokus Di Tengah

Apapun merk kamera DSLR anda, saat memotret di tempat yang remang sebaiknya gunakan titik fokus ditengah-tengah frame. Kenapa? karena titik fokus paling tengah menggunakan jenis sensor cross type yang bekerja lebih cepat dan akurat dibanding titik fokus manapun di frame anda, apalagi yang ada didaerah pinggir.

2. Manfaatkan fitur AF-Assist

Saat kesulitan mengunci fokus, anda bisa mengaktifkan fitur AF-Assist melalui menu AF di kamera yang akan menyalakan lampu kecil didepan kamera anda yang bisa membantu sistem autofokus. Untuk menggunakan Af-Assist, anda harus menggunakan mode autofokus AF-Single

3. Carilah Benda Dengan Kontras Cukup

Hindari mengarahkan titik fokus anda di area yang memiliki satu warna, atau tanpa tekstur. Carilah benda yang memiliki kontras cukup yang membedakannya dengan latar belakang. Saat memotret tembok, carilah figura atau jam dinding.

4. Nyalakan Semua Lampu Atau Gunakan Lampu Tambahan.

Kalau diruangan ada 2 lampu dan hanya menyala satu, nyalakan dua-duanya. Atau kebetulan anda membawa lampu senter, gunakan, terutama jika kamera anda tidak memiliki fitur AF-Assist. Saat menggunakan lampu senter, arahkan sinar ke obyek dimana titik fokus berada.

5. Gunakan Mode Live View

Kamera DSLR saat berada di mode live-view menggunakan moetode contrast detection yang biasanya lebih akurat meskipun lebih lambat mengunci fokus. Live mode juga kadang sangat berguna saat kita menggunakan manual fokus karena layar LCD jah lebih lebar dan besar dibanding viewfinder.

6. Gunakan Tripod

Memakai tripod akan meningkatkan akurasi fokus secara signifikan, seremang-remang apapun cahayanya. Terutama saat anda menggunakan live mode, maka tripod akan sangat membantu.

7. Gunakan Flash Built-in Atau Flash External Jika Mengijinkan

Flash bawaan kamera memiliki mode pre-focus flash dimana flash akan menyala sebentar untuk mengunci fokus. Sementara flash external macam Canon Speedlite memiliki lampu LED yang membantu sistem autofokus dalam kondisi gelap minim cahaya. Jika menggunakan flash bukan halangan buat anda, anda bisa memanfaatkan flash untuk membantu autofokus dalam situasi ini.

8. Jika Semua Cara Diatas Gagal, Gunakan Manual Fokus

Jika sistem autofokus kamera gagal mengunci fokus meskipun anda sudah mencoba macam-maca cara diatas, beralihlah ke manua fokus. Kuno namun sangat terpercaya. Untuk meningkatkan akurasi manual fokus, anda bisa sangat terbantu dengan mode live mode.
Nah selamat mencoba.

Kamis, 18 Oktober 2012

Hunting













Memahami Konsep Exposure

Seringkali setelah membeli kamera digital baik slr maupun point & shoot, kita terpaku pada mode auto untuk waktu yang cukup lama. Mode auto memang paling mudah dan cepat, namun tidak memberikan kepuasan kreatifitas.
Bagi yang ingin “lulus dan naik kelas” dari mode auto serta ingin meyalurkan jiwa kreatif  kedalam foto-foto yang dihasilkan, ada baiknya kita pahami konsep eksposur. Fotografer kenamaan, Bryan Peterson, telah menulis sebuah buku berjudul Understanding Exposure yang didalamnya diterangkan konsep eskposur secara mudah.
Peterson member ilustrasi tentang tiga elemen yang harus diketahui untuk memahami eksposur, dia menamai hubungan ketiganya sebagai sebuah Segitiga Fotografi. Setiap elemen dalam segitiga fotografi ini berhubungan dengan cahaya, bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera.
Ketiga elemen tersebut adalah:
  1. ISO – ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya
  2. Aperture – seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil
  3. Shutter Speed – rentang waktu “jendela’ didepan sensor kamera terbuka
Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut eksposur.  Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya.

Perumpamaan Segitiga Eksposur
Mungkin jalan yang paling mudah dalam memahami eksposur adalah dengan memberikan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini saya menyukai perumpamaan segitiga eksposur seperti halnya sebuah keran air.
  • Shutter speed bagi saya adalah berapa lama kita membuka keran.
  • Aperture adalah  seberapa lebar kita membuka keran.
  • ISO adalah kuatnya dorongan air dari PDAM.
  • Sementara air yang mengalir melalui keran tersebut adalah cahaya yang diterima sensor kamera.
Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya. sebagaimana anda lihat, kalau exposure adalah jumlah air yang keluar dari keran, berarti kita bisa mengubah nilai exposure dengan mengubah salah satu atau kombinasi ketiga elemen penyusunnya. Anda mengubah shutter speed, berarti mengubah berapa lama keran air terbuka. Mengubah Aperture berarti mengubah seberapa besar debit airnya, sementara mengubah seberapa kuat dorongan air dari sumbernya.

Memahami Konsep ISO

Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah.
  1. Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja.
  2. Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya set ISO di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?
Secara garis besar:
  1. Saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 (dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av), kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2 kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik.
  2. Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi: 1/500 detik.
  3. Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh, kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1 stop.
Anda bisa mencoba pengertian ini dalam kasus aperture, cobalah set shutter speed kita selalu konstan pada 1/125 (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv), dan ubah-ubahlah setting ISO anda dalam kelipatan 2; missal dari 100 ke 200 ke 400 …dst, lihatlah perubahan besaran aperture anda.

Memahami Shutter Speed

Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.
Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:

Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’

Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.

Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization (dibahas dalam posting mendatang)

Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.

Shutter speed untuk membekukan gerakan. Gunakan shutter speed setinggi mungkin yang bisa dicapai untuk membekukan gerakan. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan. Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Kalau anda perhatikan, fotografer olahraga sangat mengidolakan mode S/Tv ini.

Blur yang disengaja – shutter speed untuk menunjukkan efek gerakan. Ketika memotret benda bergerak, kita bisa secara sengaja melambatkan shutter speed kita untuk menunjukkan efek pergerakan. Pastikan anda mengikutkan minimal satu obyek diam sebagai jangkar foto tersebut. Coba perhatikan foto dibawah:


Agar Foto Tetap Tajam di Situasi Minim Cahaya

Seringkali obyek menarik datang dalam situasi dimana kita harus memotret dalam kondisi minim cahaya dan kita tidak ingin (atau tidak bisa) menggunakan flash, padahal kita ingin menghasilkan foto yang tetap tajam. Obyek seperti view kota saat malam yang indah, konser musik di malam hari atau suasana pesta sayang dilewatkan begitu saja tanpa kamera beraksi. Berikut adalah tips untuk bisa tetap menghasilkan foto yang optimum:

  1. Tripod atau monopod. Alat yang paling handal dan mudah adalah tripod atau monopod.
  2. Jika tripod tidak tersedia, usahakan agar kamera tetap stabil dengan memanfaatkan lingkungan sekitar,  misalnya dengan menyandarkan badan ke tempok, menyandarkan kamera ke tangga dan lain-lain. 
  3. Usahakan untuk menggunakan aperture sebesar mungkin, jika lensa anda memiliki batas aperture terbesar f/2.8, pakailah aperture f/2.8
  4. Jika dua trik diatas belum cukup, naikkan ISO kamera  hingga shutter speed kita mencapai minimal 1/60 (pada beberapa kamera generasi terbaru bisa menggunakan  setting ISO hingga diatas 1000 dan masih bisa menghasilkan foto yang rendah noise)
  5. Saat menggunakan tips ke-4, sebaiknya aktifkan fitur High ISO Noise Reduction di kamera untuk mengurangi noise, atau pilihan kelima berikut lebih baik (dan lebih mahal) yakni:
  6. Atau anda bisa melewati tips ke-5 dengan memakai software noise reduction untuk mengurangi noise pada tahap post production. Software semacam Noise Ninja, Imagenomic Noiseware atau Nik’s Dfine lumayan ampuh menjinakkan noise di hasil akhir foto kita. Jika anda menggunakan Lightroom 4 untuk mengatur koleksi foto, Lightroom memiliki fitur noise reduction yang sangat canggih.
  7. Baca kembali aturan mengenai shutter speed yang optimum: jika anda memakai panjang focal Xmm, sebaiknya shutter speed anda diatas 1/X detik.

5 Penyebab Kenapa Foto Anda Belum Juga Tajam

Banyak sekali pertanyaan dikirimkan melalui halaman Kontak mengenai kenapa foto yang anda hasilkan sampai sekarang masih belum bisa tajam seperti harapan. Nah agar foto anda selalu tajam, hal terpenting yang anda harus ketahui adalah apa saja penyebab foto anda blur.

 

Kalau dirunut-runut secara logika dan praktek dilapangan, penyebab foto tidak tajam alias blur bisa ditelusuri dari 5 hal dibawah ini. Sekedar asumsi, anggap saja kita sekarang ini menggunakan lensa 50mm f/1.8.

1. Shutter Speed Kurang Cepat


Aturan penting saat anda memegang kamera adalah jangan menggunakan shutter speed lebih lambat dibanding 1/panjang focal. Jadi saat memotret dengan lensa 50mm, anda sebaiknya menggunakan shutter speed 1/60 atau lebih cepat, itupun dengan catatan anda bisa memeganynya dengan sangat stabil.
Semakin panjang focal length lensa, makin cepat shutter speed yang kita sebaiknya gunakan. Saat menggunakan lensa 200mm, anda paling tidak memakai 1/250 detik. Lensa tele tidak hanya memperbesar obyek foto, mereka juga membuat blur tampak lebih kelihatan. Memiliki lensa dengan IS dan VR tentu juga membantu.

2. Perhatikan Pergerakan Subyek

Aturan nomor 1 diatas oke kalau anda memotret benda diam dan si tukang foto juga diam, tapi kalau yang kita foto adalah mobil dijalan atau burung terbang atau kita yang memotret juga bergerak, tentu hanya dengan 1/panjang focal tetap saja foto masih terlihat tidak tajam.

3. Memotret Wide Open

Memotret dengan lensa seperti 50mm f/1.8 merangsang kita untuk menggunakan bukaan terbesar di f/1.8. Masalahnya adalah, lensa secara fisik memiliki kelemahan menghasilkan foto super tajam saat dipakai di aperture terbesarnya. Bukan berarti lantas anda harus selalu memotret di sweet spot lensa macam di f/4, tapi paling tidak turunkan bukaan barang sedikit. Saat memakai lensa f/1.8, coba gunakan bukaan f/2 atau f/2.8.
Kalau mau foto tajam di bukaan f/1.8 anda membutuhkan lensa f/1.2. Mau tajam di f/1.4, maka belilah lensa f/0.95 (dengan menjual ginjal sebelah heheh, becanda bro dan sis).

4. ISO Tinggi

Memotret dengan ISO yang terlalu tinggi memiliki resiko menghasilkan noise yang juga tinggi. Memang kamera sekarang, terutama yang kelas mahal, sudah lebih canggih dalam hal menyembunyikan noise dalam ISO yang tinggi macam ISO 3200, namun noise tetaplah noise. Kecuali anda menggunakan kamera kelas atas, noise akan terlihat saat kita memaksa menggunakan ISO tinggi. Dan noise bisa menyebabkan detail dalam foto tampak kurang tajam dan mengurangi ketajaman foto secara keseluruhan.

5. Kualitas Cahaya

Ada tajam yang benar-benar tajam dan ada tajam karena terlihat tajam. Terlihat tajam manakala kita memotret dalam kontras yang pas, dalam beda gelap terang yang manis dan itu semua membutuhkan kualitas cahaya yang bagus. Cobalah memotret dalam kondisi cahaya yang flat, rata dan kurang kontras, maka foto jadi terlihat kurang tajam. Secara teknis bisa saja sudah tajam, tapi secara visual terlihat biasa dan tidak tajam. Jadi carilah kondisi dimana foto kita memiliki definisi kontras yang bagus.


 Well, selamat mengasah pisau di kamera dan lensa anda

Rabu, 17 Oktober 2012

Komposisi Rules Of Third Agar Foto Lebih Enak Dimata


Apa itu komposisi rules of thirds?

Pada rules of thirds, bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar baik secara vertikal maupun horisontal sehingga anda memiliki 9 area yang sama besar. Dengan demikian, kita sekarang memiliki pertemuan empat titik.

Keempat titik pertemuan yang diwarnai merah diatas bisa kita sebut sebagai empat titik mata. Nah teori komposisi rules of thirds mengatakan bahwa kalau kita menempatkan “point of interest” alias bagian paling menarik dari sebuah foto di salah satu titik tersebut, maka secara keseluruhan foto akan menjadi lebih balance dan enak dilihat.
Tidak semua empat titik harus diisi bersamaan, cukup salah satu. Dan elemen point of interest tersebut bisa jadi berupa obyek foto manusia ataupun benda mati.
Dalam ilmu desain disebutkan bahwa saat melihat sebuah gambar, mata manusia secara natural tertuju pada salah satu titik diatas dibandingkan pada pusat titik tengah foto. Sehingga foto yang disusun dengan komposisi rules of thirds lebih enak dimata karena sejalan dengan cara mata kita melihatnya.

Kalau anda amati dalam foto diatas, point of interest terletak tepat di persimpangan empat titik mata. Sementara ruang lain relatif kosong. Aturan rules of thirds juga mengatakan bahwa tidak ada bagian dari sebuah foto yang tidak bernilai, meski itu hanya background atau ruang kososng. Dengan demikian sebuah ruang kosong adalah bagian dari kombinasi artistik sebuah foto.

Bagaimana menerapkan komposisi rules of thirds dalam foto?

Dalam mempelajari aturan komposisi rules of third, ada tigal hal yang harus selalu kita ingat dan pertanyakan sebelum jari anda memencet tombol shutter release:
  • Apa point of interest (POI) foto kita. Bagian manakah yang menjadi pelaku utama yang paling menarik dalam foto kita?
  • Lalu bagilah foto dalam viewfinder menjadi persimpangan seperti gambar diatas
  • Dititik sebelah manakah point of interest tadi ingin ditempatkan?
Nah jangan lupa lihat juga 20 foto minimalis dengan komposisi rules of thirds dan selamat berkarya.

 

Sabtu, 13 Oktober 2012

Pertunanganmu buatku tak tenang

Mengapa bgitu cepat kw putuskan untuk tunangan dengan orang lain.......
apa aku tak begitu beharga untuk ditunggu sebentar lagi aja, mungkinkah aku hanya serpihan masa lalumu yang tidak beharga, yang terlalu kecil untuk diingat atau aku hanya sebagian ingatan yang harus dibuang......
aku nyesel gak terima kamu lagi dulu, tapi itu bukan karena aku udah gak sayang, tapi aku cuma kamu sendiri dulu dan instrospeksi diri masing".....
dan skarang aku hanya tinggal menghitung hari menuju tanggal pernikahanmu, aku gak tau apa si cow itu bisa menyayangi qm kyk aku sayang qm

haaahh....
mungkina aku yang terlalu naif, pasti kamu udah cinta bgt ma dia.....
aku hanya serpihan kisah masa lalu yang tak berarti buatmu...
jalani lah hidupmu, jalaanilah sebahagia mungkin, aku sudah merelakan mu skarang.......

Selasa, 02 Oktober 2012

Chairunnysa Ginting

Haaahh.......(menghela nafas panjang........... )
ntah sampe kapan aku harus berjuang melawan pikiran ku ini......
terlalu membekas dihati, Icha, adalah sebuah nama yang terlalu lekat di hati, terlalu dalam di jantung, sulit untuk menghapus memori tentang mu.
Kadang ku bertanya dalam hati, kenapa aku harus dipertemukan dengan cinta yang tidak ada akhirnya.....
Kenapa aku dianugrahkan cinta untukmu, padahal kita memang tak bisa bersatu, aku yakin kamu juga masih cinta aku, tapi kamunya aja yang sok jual mahal, atau mungkin kamu lebih menyadari bahwa kita udah gak mungkin lagi bersama, tapi harusnya setelah hubungan kita berakhir, rasa cinta itu juga harus berakhir.
mengapa kau pergi tapi tak membawa cinta mu jg pergi??? kemana pun kau melangkah kau slalu membawa hatiku bersamamu, kembalikan hatiku agar aku bisa kembali dengan kehidupan tanpamu.....
aku masih kesel sama emak mu itu, kerna dia brada di barisan paling depan untuk menentang hubungan kita. aku tau, smua orang tua menginginkan yang terbaik buat anaknya, tapi dari mana orang tua mu tau kalo aku bukan lelaki terbaik itu??? aku bener" tulus cintai kamu, aku cinta kamu lebih dari diri aku sendiri, kamu gak pernah tau kan, aku pernah ngorbankan diri aku untuk kamu, kamu gak tau aku kerja lebih dari orang lain, aku rela membuang rasa gengsi ataupun malu untuk membahagiakan kamu....
aku tau aku memang seorang lelaki dari keluarga miskin, tapi kalian gak pernah tau gmn orang miskin itu berusaha untuk merubah hidupnya jadi lebih baik, gak sebanding dengan orang kaya, mereka gak perlu merubah hidupnya, mereka gak perlu bersusah payah untuk menyayangi keluarga, kekayaan jg bisa mengurangi keharmonisan keluarga.... liad aja kluarga kalian, apa kalian sadar kalo kalian itu gak saling menghargai satu sama lain, beda dengan keluarga kami, aku selalu dihargai adik" ku kerna aku lah Big Brother di rumah. dan aku gak bangga di sebut big brother, malah aku merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan adik" ku Insya Allah.....
apapun kekurangan mu bisa ku terima, aku sayang qm makanya aku mau ngerubah smua sifat jlek kamu
aku slalu berusaha mmbuat kamu tampil baik d depan smua orang tanpa ada embel" sombong dan angkuh...
aku yakin kamu bakalan menyesal kerna suatu saat kamu sadari kalo aku yang paling tulus mencintai kamu apa adanya.....

Kalau lah memang aku tida bisa bersamanya, tolong aku Tuhan, buang kan rasa cintaku untuknya, kerna aku gak sanggup untuk menghapus prasaan ini untuk nya.......

Cinta cintaa..... manis dan pait hanya beda tipis.....
 ya Allah, jodohkan aku dgn wanita yang baik dan aku sangat mencintainya
anugrahkan lagi aku perasaan cinta itu untk ku ya allah