Ada 3 area besar dalam hidup kita.
1. Area kontrol, isinya adalah hal-hal yang BISA KITA KONTROL. Misalnya emosi, keputusan, pilihan, respon, usaha, besar investasi, keinginan, jam di alarm, pengetahuan, penampilan, pergaulan, selera, dll.
2. Area pengaruh, isinya adalah hal-hal yang BISA KITA PENGARUHI oleh hal-hal yang ada di area kontrol. Misalnya teman dekat, jam bangun, lingkaran pergaulan, besar tabungan, dll.
3. Area concern, isinya adalah hal-hal yang TIDAK BISA KITA KONTROL. Misalnya cuaca, kompetitor, keputusan orang lain, selera orang lain, macet, tragedi, bencana, kemampuan orang lain, dll.
Banyak orang terjebak hidup di area ketiga, yaitu area concern. Setiap hari mengeluhkan cuaca, mengeluhkan kompetitor, tergantung pada keputusan orang lain, berusaha mengubah selera orang lain, menyalahkan macet, menyalahkan tragedi, berduka atas bencana, bergantung pada kemampuan orang lain, dsb. Hidup mereka berkutat seputar mengubah hal-hal yang tidak bisa mereka kontrol, bergantung (bertaruh) kepadanya, atau mengeluhkanya.
"Being in control" artinya adalah hidup dengan fokus pada hal-hal yang ada di area kontrol saja. Dalam konteks pertanyaan lo, itu artinya setiap kesalahan TERJADI DALAM AREA KONTROL, terjadi karena keputusan lo, lepas dari pengaruh luar. Karena dengan demikian, artinya lo cuma perlu mengubah sesuatu yang ADA DALAM KENDALI LO untuk mendapatkan hasil yang benar.
Contoh:
Jalan ke kantor random, kadang-kadang macet jam 8. Kalo kejebak macet, maka telat.
Area of concern: Pergi jam 8 dan berdoa semoga nggak macet. Hasil yang lo inginkan ada di luar kontrol lo. Karena yang menentukan macet atau enggak bukan lo.
Area of control: Pergi sebelum jam 8. Hasil yang lo inginkan ada di dalam kontrol lo. Karena yang menentukkan jam berapa mau pergi adalah lo.
Wellcome to Ichal's Blog
Bebaskan Xpresi Sesuka Gue
Minggu, 08 Februari 2015
Rabu, 12 November 2014
CINEMATOGRAPHY
Cinematography berasal dari bahasa Yunani: Kinema yang berarti gerakan, Photos yang berarti cahaya dan Graphos yang berarti lukisan. Jadi Cinematography bisa diartikan melukis dengan gambar yang bergerak dengan cahaya.
Di dalam
kamus istilah TELETALK yang disusun oleh Peter Jarvis terbitan BBC
Television Training, Cinematography diartikan sebagai The craft of making picture
(pengrajin gambar). Sebagai pemahaman cinematography bisa diartikan
kegiatan menulis yang menggunakan gambar bergerak sebagai bahannya.
Artinya dalam cinematography kita mempelajari bagaimana membuat gambar
bergerak, seperti apakah gambar-gambar itu, bagaimana merangkai
potongan-potongan gambar yang bergerak menjadi rangkaiaan gambar yang
mampu menyampaikan maksud tertentu atau menyampaikan informasi atau
mengkomunikasikan suatu ide tertentu.
Cinematography
adalah sebuah bentuk seni yang unik untuk film. Meskipun mengekspos
gambar pada elemen cahaya-sensitif, gambar gerak menuntut bentuk baru
dari fotografi dan teknik estetika baru.
Cinematography
adalah kunci selama era film bisu. Tak ada suara selain dari musik
latar, dialog tidak ada, film bergantung pada pencahayaan, dan akting
ditetapkan.
American Society of cinematographers (ASC) mendefinisikan sinematografi sebagai:
“proses
kreatif dan penafsiran yang berpuncak pada pengarang karya asli seni
daripada pencatatan sederhana dari sebuah peristiwa fisik. Sinematografi
bukan subkategori fotografi. Sebaliknya, fotografi merupakan salah satu
kerajinan yang sinematografer menggunakan selain teknik fisik,
organisasi, manajerial, interpretif dan memanipulasi gambar lain untuk
efek satu proses yang koheren.”
Dalam
masa gambar gerak, sinematografer itu biasanya juga direktur dan orang
yang secara fisik menangani kamera. Selama bentuk seni dan teknologi
berkembang, pemisahan antara direktur dan operator kamera muncul. Dengan
munculnya pencahayaan buatan dan lebih cepat (lebih banyak cahaya
sensitif), di samping kemajuan teknologi di optik kamera dan teknik baru
seperti film warna dan layar lebar, aspek teknis sinematografi
mengharuskan spesialis di daerah itu.
Dalam
industri film, sinematografer bertanggung jawab untuk aspek teknis dari
gambar (pencahayaan, lensa pilihan, komposisi, eksposur, filtrasi,
pemilihan film), tetapi bekerja sama dengan sutradara untuk memastikan
bahwa estetika artistik mendukung visi Direktur. Para cinematographers
adalah kepala kru kamera, pegangan dan pencahayaan di set, dan untuk
alasan itu mereka sering disebut Director of Photography (DOP).
Direksi
fotografi membuat keputusan kreatif dan banyak penafsiran selama
pekerjaan mereka, dari pra-produksi untuk pasca produksi, yang semuanya
mempengaruhi secara keseluruhan dan tampilan gambar gerak. Banyak dari
keputusan ini mirip dengan apa yang fotografer perlu perhatikan ketika
mengambil gambar: sinematografer mengkontrol pilihan film itu sendiri
(dari berbagai alat yang tersedia dengan berbagai kepekaan terhadap
cahaya dan warna), pemilihan lensa panjang fokus, eksposur aperture dan
fokus. Sinematografi, memiliki aspek duniawi (melihat ketekunan visi),
tidak seperti masih fotografi yang murni gambar tunggal yang diam.
sinematografer
sering perlu untuk bekerja secara kooperatif dengan lebih banyak orang
daripada seorang fotografer, yang sering bisa berfungsi sebagai satu
orang. Akibatnya, pekerjaan sinematografer juga meliputi manajemen
personalia dan organisasi logistik.
Sebuah kru
film adalah sekelompok orang yang disewa oleh sebuah perusahaan produksi
untuk tujuan memproduksi sebuah film. Awak kru juga terpisah dari
produsen, mereka yang memiliki sebagian dari perusahaan baik film atau
hak intelektual properti film. Sebuah kru film dibagi menjadi sektor
yang berbeda, masing-masing mengkhususkan dirinya dalam aspek tertentu
dari sebuah produksi film.
Kamis, 27 Maret 2014
Stockholm Syndrome Dalam Romansa
Seusai jam kerja, Mely selalu membelikan makan malam untuk
pacarnya, Dodi, yang telah menunggunya di kosan. Hal ini hampir setiap
hari dilakukannya, kecuali bila ternyata Mely harus lembur di kantor
atau bila kebetulan dia bisa pulang cepat untuk memasak. Malam ini, Mely
membelikan ayam gulai di rumah makan Padang kesukaan Dodi.
“Say, ini nasi Padangnya.. buruan makan loh sebelum dingin,” kata Mely setiba di kosan, sambil membukakan bungkusan nasi tersebut dan menaruhnya pada sebuah piring bersih. Tidak lupa juga dia menyediakan sendok garpu untuk Dodi yang sedang sibuk browsing internet. Ditaruhnya makanan tersebut di samping laptop.
“Aku mandi dulu yah..”, Mely memberi tahu. Dodi tetap diam, hanya tangannya yang maju mengambil sekeping kerupuk udang dari atas piring sambil matanya terus fokus pada layar monitor. Sibuk klik ini dan itu.
Keluar dari kamar mandi mengenakan kaos dan celana pendek dengan handuk tergantung di lehernya, Mely kaget melihat Dodi sedang memegang Blackberry miliknya dan memeriksa isinya. Meskipun sering kali Dodi melakukan hal itu, namun selalu ada rasa was-was di hati Mely.
“Siapa Rico?”, tanya Dodi tajam sambil memperlihatkan layar Blackberry Messenger yang penuh dengan chat antara Mely dengan seorang pria bernama Rico.
Deg! Hati Mely berdegup kencang…
Rico adalah supervisornya di kantor dan sepertinya Rico sangat tertarik pada dirinya, tapi Mely sama sekali tidak punya perasaan apapun selain sebagai kolega saja. Isi chat-nya pun hanya obrolan biasa saja.
Tapi Rico bukanlah masalah. Yang jadi masalah adalah Dodi…
Melihat ekspresi Mely yang kaget, Dodi langsung naik pitam. Serta merta ia bangkit berdiri, membentak keras dan mulai marah-marah. Menuduh Mely selingkuh dan tidak setia. Menuduh Mely sudah bosan dengannya. Mely berusaha menjelaskan dan memohon supaya Dodi jangan marah, tapi Dodi tidak bisa diberi penjelasan. Mely juga sudah tahu hal ini. Setiap kali ia marah, urusan pasti jadi panjang.
Melihat Mely yang panik, Dodi semakin menjadi-jadi. Ia mendorong Mely dengan kasar dan mencaci-maki dengan kata-kata kotor yang tidak pantas diucapkan oleh siapapun. Mulai dari nama-nama binatang, hingga pelacur dan perek murahan.
Setiap kali pertengkaran mencapai titik ini, Mely hanya bisa meringkuk dan menangis di lantai. Belum puas dengan itu semua, Dodi menepis piring berisi nasi Padang yang dibelikan Mely untuknya. Pecahan piring dan nasi Padang berserakan di lantai.
“Kalo lo emang dah bosen sama gue, bilang aja.. jangan pake maen di belakang! Dasar perek!”, Dodi membentak sekali lagi sambil melempar Blackberry Mely ke lantai yang langsung tercerai berai. Ia pergi meninggalkan Mely yang tersedu-sedu pilu.
Hatinya hancur berantakan seperti serpihan piring beling yang berserakan di lantai..
Keesokan harinya, sepulang jam kerja Dodi sudah menunggu di depan kantor Mely. Ia datang untuk menjemput. Dodi memohon, mengemis, dan menangis, agar Mely mau memaafkannya. Dodi sangat menyesal atas perlakuannya pada Mely. Ia berjanji takkan pernah mengulangi lagi.
“Aku cinta kamu.. aku butuh kamu. Kalau kamu gak mau maafin aku, lebih baik aku bunuh diri..”, Dodi memelas sambil berurai air mata. Dan seperti biasa, Mely pun memaafkannya. Mereka pulang bersama ke kosan Mely.
Kejadian seperti ini sudah sering kali terjadi dalam hubungan Mely dan Dodi. Mereka telah menjalin hubungan lebih dari setahun. Awalnya Dodi sangat baik, lucu, dan menyenangkan. Tapi lama kelamaan, Dodi menjadi semakin posesif. Ia memegang semua akses password email, Facebook, dan YM kepunyaan Mely. Belum lagi kebiasaannya mengecek handphone Mely.
Dodi semakin lama semakin gampang kehilangan kesabaran dan cemburu buta. Pernah satu kali Dodi marah besar dan menampar Mely karena menerima telpon dari seorang teman pria.
Tapi Mely tidak bisa meninggalkannya. Karena Dodi membutuhkannya. Ia tidak bisa hidup tanpa Mely. Semakin Mely merasa bahwa dia tidak bisa meninggalkan Dodi, semakin dia merasa yakin bahwa dia sangat mencintai Dodi.
Sebuah siklus yang mengerikan…
Di atas adalah contoh kasus dari sebuah fenomena yang disebut dengan Stockholm Syndrome. Kasusnya mungkin berbeda, tapi saya yakin Anda pernah mendengar kisa serupa dari sahabat Anda, gebetan Anda, atau mungkin Anda sendiri pernah mengalaminya. Tidak selalu wanita yang menjadi korban, ada begitu banyak pria juga yang berada dalam posisi seperti Mely.
Stockholm Syndrome adalah sebuah fenomena psikologis paradoks di mana seorang tawanan/sandera menunjukkan perasaan sayang dan keterikatan emosional pada orang yang menawan dan menganiayanya, biasanya disebabkan karena rasa ketidak berdayaan atas situasi yang dirasakan oleh sang korban.
Istilah Stockholm Syndrome mengacu pada sebuah peristiwa yang terjadi pada tahun 1973 di Stockholm, Swedia. Pada waktu itu, sekelompok perampok bank menyandera para pegawai bank selama 5 hari penuh. Selama 5 hari tersebut, para sandera jadi memiliki ikatan emosional dengan para penyadera mereka. Ketika para tawanan ini akhirnya dibebaskan, mereka bahkan membela para kriminal yang telah menyiksa mereka.
Fenomena psikologis ini dapat ditemukan juga dalam hubungan sosial seperti: keluarga, percintaan, persahabatan, ataupun hubungan antar individu lainnya. Dan dewasa ini, sudah sangat umum terjadi di sekitar kita.
Begitu banyak pasangan yang saya kenal langsung maupun tidak langsung, terikat belenggu Stockholm Syndrome dalam hubungannya. Ini adalah sebuah keadaan yang sangat mengerikan dan menyedihkan. Bukan saja siklus tersebut akan menghancurkan dan merusak diri kedua belah pihak, tapi juga bisa melukai orang lain di sekitar mereka.
Pembentukan Stockholm Syndrome bisa dilihat dari beberapa penyebab:
Ini akan berakibat fatal. Karena lambat laun, sang korban akan menerima keadaan ini sebagai kenyataan hidupnya dan merasa bahwa hanya sang penganiaya lah yang mengenal dan mengerti dirinya. Dan itu yang menciptakan ketergantungan emosional yang dalam. Sang korban menganggap hal ini adalah cinta.
Ketika hubungan sudah terjalin lama, akan makin sulit untuk melepaskan diri. Investasi emosi, tenaga, dan finansial, membuat sang korban tidak ingin meninggalkan hubungan ini. Dia harus bertahan hingga akhir. Semua demi nama cinta.
Sepanjang pengalaman saya, sangat sulit untuk menyadarkan dan menolong orang yang telah terjebak dalam siklus mengerikan ini. Korban biasanya berhasil melepaskan diri dari cengkraman Stockholm Syndrome ketika penganiayaan telah melewati ambang batas tertentu dan mengancam kelangsungan hidupnya, menyadarkan mereka akan realita hubungan yang destruktif ini.
Mereka berhasil lepas dengan membawa luka dan trauma yang membekas begitu dalam di jiwanya. Membuat mereka menjadi paranoid, penuh ketakutan, dan ketidak stabilan emosional. Sulit bagi mereka untuk bisa kembali merasakan kebahagiaan layaknya manusia normal. Kalau sudah begini, mereka akhirnya jadi cenderung melukai orang-orang yang mencintai mereka dengan tulus.
Stockholm Syndrome adalah sebuah realita yang banyak terjadi di dunia sekitar kita. Sayangnya, banyak orang melihat ini hanyalah konflik pacaran biasa. Tidak banyak yang mengerti betapa hal ini sangat merusak setiap individu yang terlibat di dalamnya. Saatnya kita membuka mata dan memikirkan kembali tentang hal ini.
Apa yang bisa kita lakukan?
Sahabat Anda,
Kei Savourie
*Semua cerita di blog ini adalah kisah nyata, tapi semua nama disamarkan untuk melindungi privasi orang-orang yang bersangkutan.
“Say, ini nasi Padangnya.. buruan makan loh sebelum dingin,” kata Mely setiba di kosan, sambil membukakan bungkusan nasi tersebut dan menaruhnya pada sebuah piring bersih. Tidak lupa juga dia menyediakan sendok garpu untuk Dodi yang sedang sibuk browsing internet. Ditaruhnya makanan tersebut di samping laptop.
“Aku mandi dulu yah..”, Mely memberi tahu. Dodi tetap diam, hanya tangannya yang maju mengambil sekeping kerupuk udang dari atas piring sambil matanya terus fokus pada layar monitor. Sibuk klik ini dan itu.
Keluar dari kamar mandi mengenakan kaos dan celana pendek dengan handuk tergantung di lehernya, Mely kaget melihat Dodi sedang memegang Blackberry miliknya dan memeriksa isinya. Meskipun sering kali Dodi melakukan hal itu, namun selalu ada rasa was-was di hati Mely.
“Siapa Rico?”, tanya Dodi tajam sambil memperlihatkan layar Blackberry Messenger yang penuh dengan chat antara Mely dengan seorang pria bernama Rico.
Deg! Hati Mely berdegup kencang…
Rico adalah supervisornya di kantor dan sepertinya Rico sangat tertarik pada dirinya, tapi Mely sama sekali tidak punya perasaan apapun selain sebagai kolega saja. Isi chat-nya pun hanya obrolan biasa saja.
Tapi Rico bukanlah masalah. Yang jadi masalah adalah Dodi…
Melihat ekspresi Mely yang kaget, Dodi langsung naik pitam. Serta merta ia bangkit berdiri, membentak keras dan mulai marah-marah. Menuduh Mely selingkuh dan tidak setia. Menuduh Mely sudah bosan dengannya. Mely berusaha menjelaskan dan memohon supaya Dodi jangan marah, tapi Dodi tidak bisa diberi penjelasan. Mely juga sudah tahu hal ini. Setiap kali ia marah, urusan pasti jadi panjang.
Melihat Mely yang panik, Dodi semakin menjadi-jadi. Ia mendorong Mely dengan kasar dan mencaci-maki dengan kata-kata kotor yang tidak pantas diucapkan oleh siapapun. Mulai dari nama-nama binatang, hingga pelacur dan perek murahan.
Setiap kali pertengkaran mencapai titik ini, Mely hanya bisa meringkuk dan menangis di lantai. Belum puas dengan itu semua, Dodi menepis piring berisi nasi Padang yang dibelikan Mely untuknya. Pecahan piring dan nasi Padang berserakan di lantai.
“Kalo lo emang dah bosen sama gue, bilang aja.. jangan pake maen di belakang! Dasar perek!”, Dodi membentak sekali lagi sambil melempar Blackberry Mely ke lantai yang langsung tercerai berai. Ia pergi meninggalkan Mely yang tersedu-sedu pilu.
Hatinya hancur berantakan seperti serpihan piring beling yang berserakan di lantai..
Keesokan harinya, sepulang jam kerja Dodi sudah menunggu di depan kantor Mely. Ia datang untuk menjemput. Dodi memohon, mengemis, dan menangis, agar Mely mau memaafkannya. Dodi sangat menyesal atas perlakuannya pada Mely. Ia berjanji takkan pernah mengulangi lagi.
“Aku cinta kamu.. aku butuh kamu. Kalau kamu gak mau maafin aku, lebih baik aku bunuh diri..”, Dodi memelas sambil berurai air mata. Dan seperti biasa, Mely pun memaafkannya. Mereka pulang bersama ke kosan Mely.
Kejadian seperti ini sudah sering kali terjadi dalam hubungan Mely dan Dodi. Mereka telah menjalin hubungan lebih dari setahun. Awalnya Dodi sangat baik, lucu, dan menyenangkan. Tapi lama kelamaan, Dodi menjadi semakin posesif. Ia memegang semua akses password email, Facebook, dan YM kepunyaan Mely. Belum lagi kebiasaannya mengecek handphone Mely.
Dodi semakin lama semakin gampang kehilangan kesabaran dan cemburu buta. Pernah satu kali Dodi marah besar dan menampar Mely karena menerima telpon dari seorang teman pria.
Tapi Mely tidak bisa meninggalkannya. Karena Dodi membutuhkannya. Ia tidak bisa hidup tanpa Mely. Semakin Mely merasa bahwa dia tidak bisa meninggalkan Dodi, semakin dia merasa yakin bahwa dia sangat mencintai Dodi.
Sebuah siklus yang mengerikan…
Di atas adalah contoh kasus dari sebuah fenomena yang disebut dengan Stockholm Syndrome. Kasusnya mungkin berbeda, tapi saya yakin Anda pernah mendengar kisa serupa dari sahabat Anda, gebetan Anda, atau mungkin Anda sendiri pernah mengalaminya. Tidak selalu wanita yang menjadi korban, ada begitu banyak pria juga yang berada dalam posisi seperti Mely.
Stockholm Syndrome adalah sebuah fenomena psikologis paradoks di mana seorang tawanan/sandera menunjukkan perasaan sayang dan keterikatan emosional pada orang yang menawan dan menganiayanya, biasanya disebabkan karena rasa ketidak berdayaan atas situasi yang dirasakan oleh sang korban.
Istilah Stockholm Syndrome mengacu pada sebuah peristiwa yang terjadi pada tahun 1973 di Stockholm, Swedia. Pada waktu itu, sekelompok perampok bank menyandera para pegawai bank selama 5 hari penuh. Selama 5 hari tersebut, para sandera jadi memiliki ikatan emosional dengan para penyadera mereka. Ketika para tawanan ini akhirnya dibebaskan, mereka bahkan membela para kriminal yang telah menyiksa mereka.
Fenomena psikologis ini dapat ditemukan juga dalam hubungan sosial seperti: keluarga, percintaan, persahabatan, ataupun hubungan antar individu lainnya. Dan dewasa ini, sudah sangat umum terjadi di sekitar kita.
Begitu banyak pasangan yang saya kenal langsung maupun tidak langsung, terikat belenggu Stockholm Syndrome dalam hubungannya. Ini adalah sebuah keadaan yang sangat mengerikan dan menyedihkan. Bukan saja siklus tersebut akan menghancurkan dan merusak diri kedua belah pihak, tapi juga bisa melukai orang lain di sekitar mereka.
Pembentukan Stockholm Syndrome bisa dilihat dari beberapa penyebab:
- Adanya sebuah ancaman dan kekerasan. Tidak selalu kekerasan fisik, bisa juga penyiksaan mental, maupun emosional lewat kata-kata verbal. Biasanya sang penganiaya menjatuhkan rasa percaya diri korban dengan makian dan hinaan. Terkadang melibatkan hidup dan matinya seseorang. Seperti Dodi yang mengancam ingin bunuh diri.
- Isolasi dan blokir secara fisik, mental, maupun emosional. Alienasi dapat dilihat dari pasangan yang sangat posesif sehingga korban tidak boleh berteman dengan orang lain sama sekali, dan semua akses informasi dipegang oleh sang penganiaya (email, facebook, YM, handphone, dsb).
- Adanya sebentuk kebaikan dan kasih sayang yang ditunjukkan sesekali oleh sang penganiaya. Karena telah terbiasa dengan penyiksaan dan rasa sakit, sang korban jadi kecanduan dan menunggu-nunggu kapan kebaikan tersebut akan muncul. Kebaikan sang penganiaya menjadi sebuah hal yang sangat berharga baginya.
- Sang korban menganggap diri tidak berdaya dan merasa tidak mungkin bisa keluar dari keadaan ini. Akibatnya dia jadi menutup diri dan pasrah dengan keadaan. Tidak pernah berani untuk mengambil keputusan tegas dan hanya berharap sebuah keajaiban yang akan merubah keadaan.
Ini akan berakibat fatal. Karena lambat laun, sang korban akan menerima keadaan ini sebagai kenyataan hidupnya dan merasa bahwa hanya sang penganiaya lah yang mengenal dan mengerti dirinya. Dan itu yang menciptakan ketergantungan emosional yang dalam. Sang korban menganggap hal ini adalah cinta.
Ketika hubungan sudah terjalin lama, akan makin sulit untuk melepaskan diri. Investasi emosi, tenaga, dan finansial, membuat sang korban tidak ingin meninggalkan hubungan ini. Dia harus bertahan hingga akhir. Semua demi nama cinta.
Sepanjang pengalaman saya, sangat sulit untuk menyadarkan dan menolong orang yang telah terjebak dalam siklus mengerikan ini. Korban biasanya berhasil melepaskan diri dari cengkraman Stockholm Syndrome ketika penganiayaan telah melewati ambang batas tertentu dan mengancam kelangsungan hidupnya, menyadarkan mereka akan realita hubungan yang destruktif ini.
Mereka berhasil lepas dengan membawa luka dan trauma yang membekas begitu dalam di jiwanya. Membuat mereka menjadi paranoid, penuh ketakutan, dan ketidak stabilan emosional. Sulit bagi mereka untuk bisa kembali merasakan kebahagiaan layaknya manusia normal. Kalau sudah begini, mereka akhirnya jadi cenderung melukai orang-orang yang mencintai mereka dengan tulus.
Stockholm Syndrome adalah sebuah realita yang banyak terjadi di dunia sekitar kita. Sayangnya, banyak orang melihat ini hanyalah konflik pacaran biasa. Tidak banyak yang mengerti betapa hal ini sangat merusak setiap individu yang terlibat di dalamnya. Saatnya kita membuka mata dan memikirkan kembali tentang hal ini.
Apa yang bisa kita lakukan?
Sahabat Anda,
Kei Savourie
*Semua cerita di blog ini adalah kisah nyata, tapi semua nama disamarkan untuk melindungi privasi orang-orang yang bersangkutan.
Rabu, 03 Juli 2013
KAMUS KATA TANJUNG BALAI
Anggo = Hantu yang bersuara dengan hidung sengau, suka datang kerumah minta kerak nasi ( mitos masyarakat)
Ampughas (gh=r) = sikap licik/penipu/pembohong
Ampughas (gh=r) = sikap licik/penipu/pembohong
Angek = iri
Bughut (gh=r) = hernia
Baghah = Kanker
Baghah = Kanker
Batandang = bertamu
Bapokat = Bermufakat
Batalangke = Perantara/berhubungan
Buto Hoghnop (gh=r) = buta huruf/miskin informasi
Batakal = berantam/berkelahi
Batakal = berantam/berkelahi
Bakombugh = Bercerita (gh=r)
Bigham = Biru/lembam (gh=r)
Bongak = bohong/dusta
Bongak = bohong/dusta
Bamadu = beristri lebi dari satu
Budak = anak kecil
Bacapuk-capuk = belang-belang
Bacapuk-capuk = belang-belang
Basuntil = mengulum-ngulum gulungan tembakau di bibir (kebiasaan orang-orang tua)
Cikukan = bersendawa karena kurang minum sesudah makan
Cemes = smash/sambar
Congok = rakus
Congok = rakus
Caodoh = bodoh/lugu
Ceng = game over/berhenti dari permainan
Dopak = pukulan tamparan/menampar
Dopak = pukulan tamparan/menampar
Disontap Ta'un = ditarik syaitan (doa buruk orang tua yang kalap dengan kejahatan anaknya)
Gading-gading = pengawal Pengantin Laki-laki
Hombal = Asyik/Sering/Berulang-ulang
Induk polong = biang kerok/provokator
Indehoy = Berpacaran
Jontik = sedikit jalang/mentel/play boy
Kombugh Malotup (gh=r) = besar omong/banyak konsep pelaksanaan tak ada
Kaghojo tuntung kapur = kerja sembarangan (gh=r)
Kabolean = Kelaparan sangat
Kilik = menggiring bola sendirian/tanpa kerjasama dengan kawan dalam permainan bola,dribbling.
Kilik = menggiring bola sendirian/tanpa kerjasama dengan kawan dalam permainan bola,dribbling.
Kampunan = kepingin
Kabolean=Kelaparan sangat
Kabolean=Kelaparan sangat
Lotup = pukulan keras tangan/tinju
Longsut = pukulan panjang dengan tangan
Longsut = pukulan panjang dengan tangan
Maleles = mengambil makanan yang sudah jatuh ke tanah...
Mamuncung = merengut
Mamuncung = merengut
Rabu, 05 Juni 2013
RAHASIA UMUR
Lucu, tapi maknanya dalam sekali. Dulu ketika TUHAN menciptakan SAPI, MONYET, ANJING, dan MANUSIA, TUHAN berkata:
"Hari ini aku ciptakan kau sebagai SAPI. Engkau harus pergi ke padang rumput, bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Aku tetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Si SAPI keberatan, "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun, kiranya 20 tahun cukuplah untukku, ku kembalikan kepadamu yang 30 tahun." Maka setujulah TUHAN.
Di hari ke-2, TUHAN menciptakan MONYET. "Hai MONYET, hiburlah manusia, aku berikan kau umur 20 tahun." Si MONYET keberatan, "Menghibur manusia dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah untukku, ku kembalikan 10 tahun kepadamu." Maka setujulah TUHAN.
Di hari ke-3, TUHAN menciptakan ANJING, "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang yang mendekat kau harus menggonggonginya. Untuk itu ku berikan umurmu 20 tahun." Si ANJING keberatan, "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun? Cukuplah 10 tahun untukku, ku kembalikan lagi yang 10 tahun kepadamu." Maka setujulah TUHAN.
Di hari ke-4, TUHAN menciptakan MANUSIA, TUHAN berkata kepada MANUSIA: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan, kau akan menikmatinya dan ku beri engkau umur 25 tahun." si MANUSIA keberatan, katanya: "Menikmati hidup selama 25 tahun? Itu terlalu singkat TUHAN, karena SAPI mengembalikan 30 tahun umurnya, lalu ANJING mengembalikan 10 tahun, dan MONYET mengembalikan 10 tahun, maka berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun, setuju?" Maka setujulah TUHAN.
Akibatnya:
Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai MANUSIA kita makan, tidur, dan bersenang-senang.
Pada 30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor SAPI, kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.
Pada 10 tahun kemudian kita membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.
Pada 10 tahun terakhir kita tinggal di rumah. Duduk (di kursi roda) depan pintu dan menggonggong (batuk) di depan orang yang lewat, uhuk... uhuk...
Makanya, gunakanlah umur kita sebaik-baiknya
"Hari ini aku ciptakan kau sebagai SAPI. Engkau harus pergi ke padang rumput, bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Aku tetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Si SAPI keberatan, "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun, kiranya 20 tahun cukuplah untukku, ku kembalikan kepadamu yang 30 tahun." Maka setujulah TUHAN.
Di hari ke-2, TUHAN menciptakan MONYET. "Hai MONYET, hiburlah manusia, aku berikan kau umur 20 tahun." Si MONYET keberatan, "Menghibur manusia dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah untukku, ku kembalikan 10 tahun kepadamu." Maka setujulah TUHAN.
Di hari ke-3, TUHAN menciptakan ANJING, "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang yang mendekat kau harus menggonggonginya. Untuk itu ku berikan umurmu 20 tahun." Si ANJING keberatan, "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun? Cukuplah 10 tahun untukku, ku kembalikan lagi yang 10 tahun kepadamu." Maka setujulah TUHAN.
Di hari ke-4, TUHAN menciptakan MANUSIA, TUHAN berkata kepada MANUSIA: "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan, kau akan menikmatinya dan ku beri engkau umur 25 tahun." si MANUSIA keberatan, katanya: "Menikmati hidup selama 25 tahun? Itu terlalu singkat TUHAN, karena SAPI mengembalikan 30 tahun umurnya, lalu ANJING mengembalikan 10 tahun, dan MONYET mengembalikan 10 tahun, maka berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun, setuju?" Maka setujulah TUHAN.
Akibatnya:
Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai MANUSIA kita makan, tidur, dan bersenang-senang.
Pada 30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor SAPI, kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.
Pada 10 tahun kemudian kita membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.
Pada 10 tahun terakhir kita tinggal di rumah. Duduk (di kursi roda) depan pintu dan menggonggong (batuk) di depan orang yang lewat, uhuk... uhuk...
Makanya, gunakanlah umur kita sebaik-baiknya
MAKHLUK PEMBAWA SUSU
tadi nya gw sempat nulis betapa hancurnya hati ku,jreeb..terdengar seprti orang mencret yang kehabisan oksigen..
tpi,udah g ada gunanya gw udah mulai move on, dan gw dapet ilham dari cerita abang gw tentang makluk pembawa susu ini
It turns out to be, jangan terlalu cepat menilai seorang wanita.
Hahahahaha... Yups, that’s another advice from me. Kenapa, karena
seseorang baru akan menunjukkan prilaku aslinya minimal 3 bulan setelah
berkenalan. Some guys are just smart enough to make us think that
they’re not a player. That they’re simply the good guy. A women.
Entah apa alasannya but some people, not only guys, sangat senang
dikejar-kejar. Seneng banget flirty. Dan ujung-ujungnya nggak kepengen
kehilangan fans nya. Thanks God, gue lebih suka melihara anjing
ketimbang melihara fans. Hihihihihi. Yeah gentelmen, watchout.
Terkadang, ada orang yang kelihatannya a true women, ternyata eh
ternyata sama juga dengan kebanyakan kaum pembawa susu lainnya. Hanya
saja, mereka lebih smooth dan lebih bisa menutupinya.
And believe me, this kinda guys, or boys, are not worth your time,
unless you’re planning on fooling around too. Kalau buat seneng-seneng
ya oke lah. Tapi sebelum itu, make sure dulu bahwa lo nggak akan
falling for them. Karena kalau lo fall for them, lo akan sakit lagi.
Karena mereka terlalu “ramah” dengan cowok-cowok lain.
Kalau orang pacaran yang paling manis untuk di ingat pasti saat lagi
PDKT. Karena disana pasti banyak pertukaran perlakuan manis. Nah
orang-orang seperti ini, mereka definitely hanya mencari euphoria saat
PDKT itu. Saat kita fall for them, and things got serious, they're just
gonna jump to another boys to look for that feeling again. In some
cases, saat things got serious sama kita, dia nggak akan lepasin kita,
karena mereka seneng juga ada seseorang yang sayangin mereka like
seriously in love with them. Tapi pegang omongan gue, mereka juga nggak
akan ngelepasin tuh ribuan cowok lainnya karena mereka tetep pengen
ngerasain euphorianya flirty2 sama yang bukan pacarnya.
Well, kalo lo tanya dari mana kita tahu bahwa mereka adalah salah satu
dari kaum pembawa susu, actually, I dont really know it. Tapi gini deh,
mungkin lo bisa cek dari banyaknya "temen" yang menuntut untuk
dikabarin soal keberadaan mereka, lagi ngapain, sama siapa. Atau
mereka suka tarik ulur nggak jelas sama cowok-cowok. Or, they start to
lie to you or hide something yang sebenernya nggak penting untuk
ditutupin dari kita. :).
Ya banyak sih. Lo yang lebih tau gimana prilaku orang yang lg deket
sama lo. :). When you see it, you're gonna feel it then you know.
So, now decide! Kalo memang lo juga niatan mau fool around, having fun
and no strings attached, than this kinda guy is perfect for you. Tapi
kalau you’re looking for a serious relationship, MOVE BACK!!! SAVE YOUR
HEART BEFORE SOMEBODY’S BREAK IT AGAIN......
Kamis, 25 April 2013
Cinta Seorang Pria
Seringkali kita mendengar pria lebih memilih untuk melajang lebih lama
dengan alasan-alasan ekonomi. Lebih spesifiknya ingin punya rumah
pribadi, punya mobil, punya gaji sekian juta / bulan terlebih dahulu
serta tabungan beberapa ratus juta untuk sebuah pesta pernikahan .
Karenanya, sebelum mencapai pernikahan, para pria bekerja ekstra keras mengumpulkan uang demi mendapatkan kemapanan. Salahkah hal ini ? Tentu saja tidak . Sudah selayaknya semua orang untuk punya kehidupan yang aman secara finansial saat berumah tangga untuk memberikan kenyamanan bagi istri dan anak. Tetapi, pada saat kemapanan itu sudah dimiliki,ada situasi yang bisa menjebak para pria….
Saat seorang pria sudah begitu kaya, maka semua jenis wanita akan datang kepadanya menawarkan cinta. dan akhirnya semua itu akan menjadi buram dan terbersit keraguan, apakah mereka datang karena cinta yang tulus atau hanya mencintai kekayaan yang dimiliki pria itu.
Jika pria itu salah memilih maka akhirnya sesuatu yang buruk akan terjadi, sehingga pria itu menyesal kenapa bisa menjadi begitu kaya.
Suatu kewajaran bukan? Wanita mana yang tidak akan datang bila sang pria begitu tampan, cerdas, kaya & muda? Semua ingin merasakan Jaguarmu,tidur di atas Tempur Pedicmu, tinggal di pent housemu & b’dampingan dengan pria berjas Kiton.
Ini merupakan gambaran bahwa uang bisa memanipulasi perasaan… dan parahnya itu adalah uangmu! Bila saat ini kamu memiliki mobil dan kehidupan yang cukup mapan & seorang pacar, kamu tidak akan pernah tau, apakah wanita ini masih mencintaimu jika suatu saat kamu hanya naik sepeda motor, tidak lagi punya rumah pribadi & hanya ada menu tempe di meja makan. Tahukah kamu? Tidak……(roda kehidupan terus berputar bukan ?)
Karena dia datang ketika kamu bisa memberikannya kenyamanan-kenyamanan finansial yang dia idam-idamkan. Cintakah yang kamu punya? Bukan!!! Kamu hanya memiliki wanita yang mencintai kenyamanan yang bisa kamu sediakan.
Beruntunglah bagi pasangan yang telah menikah dan mereka berdua memulainya dari bawah. Mensyukuri mobil mereka, karena mereka berdua pernah merasakan panas-hujan dengan sepeda motor. Menyenangi spring bed baru mereka, karena mereka berdua pernah tidur bersama di atas sebuah kasur busa kecil. Terharu dengan rumah pribadi mereka, karena dulu mereka pernah tinggal hanya di sebuah kost.
Beruntunglah para pria yang memiliki wanita yang begitu mencintai mereka & mendampingi di saat-saat perjuangan menuju kehidupan yg lebih baik.
Hari ini,,,
Mulailah belajar untuk menghargai pasanganmu bukan karena kekayaannya..! Descript
Karenanya, sebelum mencapai pernikahan, para pria bekerja ekstra keras mengumpulkan uang demi mendapatkan kemapanan. Salahkah hal ini ? Tentu saja tidak . Sudah selayaknya semua orang untuk punya kehidupan yang aman secara finansial saat berumah tangga untuk memberikan kenyamanan bagi istri dan anak. Tetapi, pada saat kemapanan itu sudah dimiliki,ada situasi yang bisa menjebak para pria….
Saat seorang pria sudah begitu kaya, maka semua jenis wanita akan datang kepadanya menawarkan cinta. dan akhirnya semua itu akan menjadi buram dan terbersit keraguan, apakah mereka datang karena cinta yang tulus atau hanya mencintai kekayaan yang dimiliki pria itu.
Jika pria itu salah memilih maka akhirnya sesuatu yang buruk akan terjadi, sehingga pria itu menyesal kenapa bisa menjadi begitu kaya.
Suatu kewajaran bukan? Wanita mana yang tidak akan datang bila sang pria begitu tampan, cerdas, kaya & muda? Semua ingin merasakan Jaguarmu,tidur di atas Tempur Pedicmu, tinggal di pent housemu & b’dampingan dengan pria berjas Kiton.
Ini merupakan gambaran bahwa uang bisa memanipulasi perasaan… dan parahnya itu adalah uangmu! Bila saat ini kamu memiliki mobil dan kehidupan yang cukup mapan & seorang pacar, kamu tidak akan pernah tau, apakah wanita ini masih mencintaimu jika suatu saat kamu hanya naik sepeda motor, tidak lagi punya rumah pribadi & hanya ada menu tempe di meja makan. Tahukah kamu? Tidak……(roda kehidupan terus berputar bukan ?)
Karena dia datang ketika kamu bisa memberikannya kenyamanan-kenyamanan finansial yang dia idam-idamkan. Cintakah yang kamu punya? Bukan!!! Kamu hanya memiliki wanita yang mencintai kenyamanan yang bisa kamu sediakan.
Beruntunglah bagi pasangan yang telah menikah dan mereka berdua memulainya dari bawah. Mensyukuri mobil mereka, karena mereka berdua pernah merasakan panas-hujan dengan sepeda motor. Menyenangi spring bed baru mereka, karena mereka berdua pernah tidur bersama di atas sebuah kasur busa kecil. Terharu dengan rumah pribadi mereka, karena dulu mereka pernah tinggal hanya di sebuah kost.
Beruntunglah para pria yang memiliki wanita yang begitu mencintai mereka & mendampingi di saat-saat perjuangan menuju kehidupan yg lebih baik.
Hari ini,,,
Mulailah belajar untuk menghargai pasanganmu bukan karena kekayaannya..! Descript
Langganan:
Postingan (Atom)








