Minggu, 08 Februari 2015

Ini dibahas panjang lebar dalam satu bab di 7 Habits of Highly Effective People.

Ada 3 area besar dalam hidup kita.
1. Area kontrol, isinya adalah hal-hal yang BISA KITA KONTROL. Misalnya emosi, keputusan, pilihan, respon, usaha, besar investasi, keinginan, jam di alarm, pengetahuan, penampilan, pergaulan, selera, dll.
2. Area pengaruh, isinya adalah hal-hal yang BISA KITA PENGARUHI oleh hal-hal yang ada di area kontrol. Misalnya teman dekat, jam bangun, lingkaran pergaulan, besar tabungan, dll.
3. Area concern, isinya adalah hal-hal yang TIDAK BISA KITA KONTROL. Misalnya cuaca, kompetitor, keputusan orang lain, selera orang lain, macet, tragedi, bencana, kemampuan orang lain, dll.
Banyak orang terjebak hidup di area ketiga, yaitu area concern. Setiap hari mengeluhkan cuaca, mengeluhkan kompetitor, tergantung pada keputusan orang lain, berusaha mengubah selera orang lain, menyalahkan macet, menyalahkan tragedi, berduka atas bencana, bergantung pada kemampuan orang lain, dsb. Hidup mereka berkutat seputar mengubah hal-hal yang tidak bisa mereka kontrol, bergantung (bertaruh) kepadanya, atau mengeluhkanya.
"Being in control" artinya adalah hidup dengan fokus pada hal-hal yang ada di area kontrol saja. Dalam konteks pertanyaan lo, itu artinya setiap kesalahan TERJADI DALAM AREA KONTROL, terjadi karena keputusan lo, lepas dari pengaruh luar. Karena dengan demikian, artinya lo cuma perlu mengubah sesuatu yang ADA DALAM KENDALI LO untuk mendapatkan hasil yang benar.
Contoh:
Jalan ke kantor random, kadang-kadang macet jam 8. Kalo kejebak macet, maka telat.
Area of concern: Pergi jam 8 dan berdoa semoga nggak macet. Hasil yang lo inginkan ada di luar kontrol lo. Karena yang menentukan macet atau enggak bukan lo.
Area of control: Pergi sebelum jam 8. Hasil yang lo inginkan ada di dalam kontrol lo. Karena yang menentukkan jam berapa mau pergi adalah lo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar