Haloooooo ( sembari mengembangkan ke dua tangan yang terlihat mirip seperti bunga tai ayam ala cherybelle). Seperti biasa, mengawali tulisan siang ini dengan mengucapkan doa terutama untuk diri sendiri "ya Allah, Sungguh cobaan ketampanan ini begitu berat buat aku jalanin"
Tapi hanya di Indonesia Ketampanan digunakan seperti yang Mark Zuckerberg berkata: "menjadikannya ketampanan sebagai tembok ratapan"
Mungkin lo sebagai jomblo yang terkesan fanatik pernah ngebayangin
betapa enaknya punya "bunga mawar" (baca : pacar,kekasih,istri) ? atau
bisa membelah diri kayak amoeba. lalu, menjadikan belahan tersebut
menjadi pasangan ?
Kalo pernah, maka mari kita tos dulu.
Beberapa hari belakangan ini gue malah diserang dan sering mikir kayak
gitu lantaran
direpotkannya oleh perhatian-perhatian seorang wanita yang gue anggap
malaikat gendut yang datang dari gaza . tanpa gue sadari tiba-tiba
menumpuk dan tanpa sanggup gue hentikan. Mengalir bagai air PAM abis
didemo warga.
Efeknya, gue ditegur bos di kantor karena terlalu sering telat kekantor
yang mestinya menjadi salah satu tujuan karir gue, malah gue jadiin
sarana pembuka hati untuk mengeluarkan unek-unek. Hadeuhh..
Bahkan sempat suatu ketika, 1 hari 24 jam gue di depan henpon, hanya
memerlukan jeda ishoma doang, makanpun sampe disuapin sama roh-roh kegelapan karena tangan emang udah gak
sempat lagi nyuap sendiri. Suer ini gak lebay.
Walhasil, kepala mulai tampak tumbuh pohon cemara, kepala pun musim
salju.gara-gara menjadi deadline awal pembuka perasaan gue yang datang
dari wahyu malaikat gendut melebihi ketatnya celana Twaria Cangcuters.
Sempat terlintas bakal masuk headline koran
“Ditemukan seorang pria berkulit coklat mati dalam keadaan mengenaskan, terbakar di depan ratusan wanita deprate
Hiiiy, amit-amit.
Okeh, back to topic.. "KENTANG KAMU"
Kadang pengen punya sebagian belahan hati dan job ketika rasa pesimis itu datang.
Tapi
kekuatan dan niat penolakan itu kadang terkalahkan oleh kekuatan yang
semangat kerja berdasarkan tanggung jawab sebagai cowo tampan tanpa
instagram ini.
Saat terbersit rasa pengen santai, ngumpul-ngumpul dan hura-hura bareng
teman-teman nongkrong, tiba-tiba di pelupuk mata menari-nari melihat pesan facebook yang begitu ditunggu-tunggu datang.
Sebut saja "CHAIRUNNYSA" wanita
dengan profesi sebagai atlet angkat besi (iya kalik angkat besi) ini
mencoba menggombar-gambirkan letusan gunung fuji yang udah ada jauh di
hati gue. *preeetttt*
Seorang filusuf pernah berkata, “Aku berpikir maka Aku ada”. (Lalu apakah dengan tidak berpikir maka aku tidak ada?)
Karena dia ada, maka mungkin untuk menandai sesuatu hal yang ada itu harus ada
penanda bahwa ia ada, dan harus ada ciri-ciri bahwa ia ada,
setidaknya dia harus punya nama.
gue percaya: jodoh itu ditangan Tuhan, maka
carilah tangan-Nya untuk bertemu jodohmu! trus cari tangan Tuhan
dimana? gue gak tau persis dimana tangan tuhan berada. yang pasti gue
tetap memaksa tuhan agar menepukkan kedua tangannya untuk memperjodohkan
gue dengan "CHAIRUNNYSA".
kalo boleh diumpamakan, jodoh itu ibarat seperti kita menunggu bus di sebuah halte:
tidak pernah tau datangnya kapan, dari arah mana, dan bus seperti apa yang akan datang.
ketika bus pertama datang dan terlihat kurang bagus serta tidak ber-AC,
kita memutuskan untuk naik bus yang berikutnya. Saat bis berikutnya
datang, ternyata bus itu penuh sesak orang-orang. Saat ada bus bagus dan
ber-AC datang, eh bus itu malah meluncur seenaknya, tidak melihat
keberadaan kita.
Terkadang kita pun harus menunggu lama kedatangan bus
berikutnya. Hingga akhirnya kita naik bus yang melintas di depan mata,
ngga peduli kondisi bus tersebut. Setelah bus meluncur, kita
baru sadar kalau kita salah jurusan dan harus berhenti
di halte berikutnya untuk kembali menunggu bus yang tepat. terlalu
pilih-pilih kadang ngga bagus. mungkin yang terpenting adalah:
bus itu bisa bawa kita ke tempat tujuan dengan selamat, dan kita nyaman duduk di dalamnya. sedangkan nikah itu ibarat shalat (seperti yang teman saya katakan): harus disegerakan tapi masih ada waktu tenggang untuk menjalankannya.
"Kesetiaan
wanita diuji saat kehidupan ada di titik yang paling rendah dan gelap.
Sedangkan kesetiaan pria diuji saat kehidupan ada di titik puncak
kejayaan."
Mungkin lagu ini yang pas buat si gendut "CHAIRUNNYSA"
untuk memproritaskan cinta gue ke dia tulus, tanpa fiksi,instagram, dll.
dapet puisi dari nieta...
Aku tak peduli,
apa warna kulitmu,
hitam, putih, merah, kuning, kelabu
AKU MENGASIHIMU
Aku tak peduli,
apa agamamu,
Kristen, Islam, Budha, Hindu, Kong hu Cu,
bahkan apabila kau tak beragama sekalipun
AKU MENGASIHIMU
Aku tak peduli,
siapa yang kau sembah,
Tuhan, Dewa, Gunung, Matahari, Udara
apapun,
AKU MENGASIHIMU
Aku tak peduli,
kau mengikut siapa,
Yesus, Muhammad, Budha,
atau siapapun yang ada di dunia ini,
AKU MENGASIHIMU
Aku tak peduli,
kau sebut apa diriku,
Musrik, Kafir, bodoh, goblok. setan,
apapun,
AKU MENGASIHIMU
Aku menolak menjadikan diriku penyebar kebencian
Aku menolak menjadikan diriku penyebar keretakan
Aku menolak menjadikan diriku penyebar perpecahan
Aku hanya ingin mengatakan,
setulus-tulusnya dari dalam hatiku,
bahwa AKU MENGASIHIMU
Karena itu terimalah malaikat-malaikat ini,
untuk menjaga hati dan pikiranmu
dari semua yang negatif yang bisa ditimbulkan oleh sebuah perbedaan...
Terimalah malaikat-malaikat ini
untuk terus memelihara kedamaian dalam jiwamu
dari semua gejolak yang bisa ditimbulkan oleh sebuah perbedaan
Terimalah malaikat-malaikat ini
untuk terus menciptakan KASIH dalam hati, pikiran dan jiwamu
agar kita bisa bertahan dan saling mengasihi setiap waktu
agar nafas kita menghembuskan kedamaian
agar ucapan kita menyuarakan cinta walaupun dalam beda bahasa...
Terimalah....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar