Sabtu, 02 Februari 2013

Hai, kamu :))

Bagaimana kabarmu disana? Aku harap kamu baik-baik saja. Aku ingin memastikan bahwa kamu-baik saja, karena keadaanku selalu kembali membaik setelah mengetahui bahwa kamu baik-baik saja.
Hey sudah berapa kali aku mengulang kata baik? Banyak kurasa. Miris mengkhawatirkan keadaanmu sementara keadaanku sendiripun aku tak peduli. Kamu? Entah mengkhawatirkan keadaanku disini atau tidak. Semoga iya, ah tapi aku tak ingin berharap banyak.


Pengharapan? Iya aku kini terlalu berhati-hati menjaga hatiku dari rasa itu. Pengalaman sebelumnya mengajarkanku banyak hal. Tentang memilih bertahan dengan pengharapan atau berhenti dengan kepastian (walaupun menyakitkan). Ya, aku bukan ingin mengulang perdebatan kita tentang ini, aku hanya ingin mengingatkan hati dan otakku untuk lebih memiliki jarak dengan senyummu. Jarak adalah satu-satunya pertahanan yang dapat ku jaga.

Ku beri tahu sedikit rahasia, Kini aku hanya ingin mencoba mengembalikan semua seperti awalnya, hubungan baik kita tanpa ada embel-embel perasaan. Pertemanan yang kita jalin sebelumnya menyadarkanku bahwa ada yang lebih penting dari egoku untuk memilikimu, karena aku tau kamu tak pernah benar-benar menginginkanku untuk mendampingimu.


Hai, kamu! Disini masih ada aku yang siap menyediakan bahu dan telinga untukmu. Tenang saja, aku sudah berdamai dengan hatiku, kamu bisa bersandar sambil bercerita semaumu tanpa takut menyakitiku. Bahkan jika kamu bercerita tentang priamu saat inipun aku sudah cukup tenang dan menerima. Kamu tau, tetap bisa menemanimupun sudah lebih dari cukup untukku. Setidaknya aku ingin menjadi rumah tempatmu pulang untuk membagi lelah.


Ya, kamu. Aku ingin kamu tau bahwa kamu selalu memiliki aku. Silahkan datang padaku kapanpun kamu butuh teman untuk berbagi keluh kesah maupun sedikit mengulas kenangan. Kita masih teman bukan? :))

​Tadi malam aku bermimpi tentang kamu. Padahal sebelumnya aku tak memikirkanmu, hanya mengingatmu. Itupun hanya sekilas, lalu lupa, ingat kembali, lupa, ingat. Aku selalu mengalami fase seperti itu hampir 1 hari ini.  Ah, lagi-lagi tentang kamu. Entah yang keberapa kalinya aku merasa seperti ini, menyedihkan. Melihatmu asik bercakap dengan priamu sungguh merupakan hal yang menjengkelkan bagiku. Apakah aku cemburu? Ah tentu saja jawabannya iya. Bahkan menurutku sangat! Aku benci wanita itu, terlihat sekali ia menginginkanmu lebih, sama sepertiku. Aku meracau hingga tertidur. Lelap dan lupa.

Mengingatmu membuatku sedikit terlihat lemah. Ternyata tadi malam aku gelisah (lagi), terlihat sekali pagi ini mataku sembab. Hal pertama yang aku lakukan adalah mencari telepon genggamku, mencari namamu disana. Mencoba mengetik sebuah pesan lalu kuhapus, perasaanku bimbang saat ini. Aku kerap di dera keingintahuan yang lebih tentang kamu, mencoba mencari tahu, selalu seperti ini dan kadang ini menyulitkanku. Aku juga sering mencarimu di linimasa. Dan ketika aku menemukanmu, aku kembali membaca perbincanganmu dengan priamu. Ya, benar-benar pengganggu batinku.
Aku mulai tak dapat berpikir jernih, ya aku rasa kamu menyukai pria itu. Terlepas karena ia tampan, ia juga memiliki apa yang aku tak punya, yaitu kepercayaan terhadap hatimu. Ah sudahlah, jika kamu memang menyukai pria itu seharusnya aku bisa tersenyum. Toh setidaknya aku tahu, priamu itu pasti bisa menjagamu dan menyiapkan sapaan hangat di pagimu setiap hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar